Berapa banyak sih diantara kita yang melakukan hubungan seksual sebelum menikah dengan alasan cinta? Berapa banyak yang memintanya untuk alasan cinta? Berapa banyak juga yang memberikannya untuk cinta? ngaku aja deh! hehe.
Buat mereka yang meminta seks dengan alasan cinta, lebih baik jujur saja pada diri sendiri kalau sebetulnya itu semua bukanlah cinta tetapi nafsu!! bohong saja kalau tidak mau mengaku juga!! nenek nenek gondrong juga tahu kok!! mana ada orang cinta minta sesuatu yang begitu suci dan berharganya? justru seharusnya merasa bersalah bila sampai tidak bisa menunggu sebelum waktunya. Lah, yang puas itu siapa kalau sampai berhasil mendapatkannya? yang meminta, kan? egois banget nggak sih? sementara cinta itu untuk diberikan bukan untuk diterima!! kepuasan yang diterima dari permintaan itu namanya buah dari nafsu!! jujur saja!!?
Bagi mereka yang memberi keperawanan dan kesucian dengan alasan cinta, ini juga bisa karena cinta / karena dua duanya, cinta dan nafsu. Ketulusan di dalam memberi itu semua sebagai sebuah pertanda bahwa seluruh yang ada dan dimiliki diberikan kepada sang kekasih merupakan cinta. Namun, di dalam proses memberikan semuanya itu, harus dilihat terlebih dahulu. Jika awalnya dari ciuman bibir yang kemudian menjadi sangat menggelora sehingga timbul keinginan untuk melakukan yang lebih lagi, yah, itu sih, nafsu juga. habis ciuman, berpelukan, dan diraba gitu, lho! bohong deh kalau bukan nafsu!!
Bagaimana menggambarkan cinta yang sesungguhnya? cinta yang sesungguhnya akan mengarahkan perasaan untuk mendorong inspirasi, pemikiran, jiwa, dan arah serta tujuan hidup ke sesuatu yang sifatnya spiritual. Apresiasi terhadap cinta itu sendiri justru membuahkan keindahan dan menghasilkan apa yang disebut sebagai kesucian.
Cinta itu juga sifatnya abadi kok!! tidak bisa hilang begitu saja. dilupakan sih bisa bisa saja, tapi akan selalu ada di dalam hati kita.
Buat mereka yang meminta seks dengan alasan cinta, lebih baik jujur saja pada diri sendiri kalau sebetulnya itu semua bukanlah cinta tetapi nafsu!! bohong saja kalau tidak mau mengaku juga!! nenek nenek gondrong juga tahu kok!! mana ada orang cinta minta sesuatu yang begitu suci dan berharganya? justru seharusnya merasa bersalah bila sampai tidak bisa menunggu sebelum waktunya. Lah, yang puas itu siapa kalau sampai berhasil mendapatkannya? yang meminta, kan? egois banget nggak sih? sementara cinta itu untuk diberikan bukan untuk diterima!! kepuasan yang diterima dari permintaan itu namanya buah dari nafsu!! jujur saja!!?
Bagi mereka yang memberi keperawanan dan kesucian dengan alasan cinta, ini juga bisa karena cinta / karena dua duanya, cinta dan nafsu. Ketulusan di dalam memberi itu semua sebagai sebuah pertanda bahwa seluruh yang ada dan dimiliki diberikan kepada sang kekasih merupakan cinta. Namun, di dalam proses memberikan semuanya itu, harus dilihat terlebih dahulu. Jika awalnya dari ciuman bibir yang kemudian menjadi sangat menggelora sehingga timbul keinginan untuk melakukan yang lebih lagi, yah, itu sih, nafsu juga. habis ciuman, berpelukan, dan diraba gitu, lho! bohong deh kalau bukan nafsu!!
Bagaimana menggambarkan cinta yang sesungguhnya? cinta yang sesungguhnya akan mengarahkan perasaan untuk mendorong inspirasi, pemikiran, jiwa, dan arah serta tujuan hidup ke sesuatu yang sifatnya spiritual. Apresiasi terhadap cinta itu sendiri justru membuahkan keindahan dan menghasilkan apa yang disebut sebagai kesucian.
Cinta itu juga sifatnya abadi kok!! tidak bisa hilang begitu saja. dilupakan sih bisa bisa saja, tapi akan selalu ada di dalam hati kita.
aku suka artikel ini... hihihi
BalasHapussaya mau copy sih dan muat di blog saya tapi setelah saya baca... mungkin sedikit gimana gitu...
tapi pada intinya aku suka sih...
kalau ga keberatan bisa berkunjung ke blog ku
http://hansenangie.blogspot.com
berisi moral dan artikel artikel yang mendidik ada humor jgua lohh....
mudah mudahan menghibur ya