Laman

Senin, 18 Juli 2011

Ciri Orang Bahagia

“Sebagian orang merasa bahagia sesuai dengan apa yang mereka pikirkan”.
 
- Abraham Lincoln -

1. Ikut Ambil bagian dalam Sesuatu yang Anda Minati

Anda bisa mengikuti kegiatan apapun. Anda bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan yang bersifat religius, bergabung dengan kelompok yang mendukung tujuan tertentu, atau menapaki karrir anda dengan tekun. Dalam setiap kegiatan yang anda pilih, hasil psikologis yang diraih mempunyai sifat sama. Anda ikut ambil bagian sepenuhnya dalam kegiatan yang anda minati. Kegiatan semacam ini akan memberikan kebahagiaan  dan makna dalam kehidupan anda.

2. Habiskan Waktu Bersama Teman-Teman dan Keluarga 

Kehidupan yang bahagia adalah kehidupan yang anda lalui bersama teman-teman dan keluarga. Semakin kuat hubungan pribadi yang anda miliki serta semakin kerap interaksi bersama teman-teman dan keluarga, maka semakin bahagia pula anda.

3. Pikirkan Hal-hal yang Positif

Seringkali orang terlalu berkonsentrasi pada hal-hal negatif dan tidak menyisakan waktu untuk merefleksikan hal-hal yang berhasil mereka raih secara positif. Merupakan hal yang alami bagi seseorang untuk mengkoreksi keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka dan memfokuskan diri mereka pada hal tersebut, namun harus terdapat keseimbangan dalam menempatkan diri anda. Sangatlah penting untuk merefleksikan hal-hal baik yang anda peroleh sementara anda mengkoreksi hal-hal yang buruk. Mengingatkan diri anda terus menerus terhadap kesuksesan pribadi yang anda raih setiap harinya akan memiliki dampak positif yang sangat berarti dalam kebahagiaan emosional anda.

4. Gunakan Sumber Daya yang Anda Miliki  

Orang rata-rata biasanya merasa kagum ketika mereka melihat seseorang yang memiliki kekurangan fisik memperlihatkan tanda-tanda kebahagiaan secara emosional. Bagaimana mungkin seseorang yang berada dalam kondisi fisik seperti itu bisa terlihat begitu bahagia? Jawabannya terletak pada bagaimana mereka menggunakan sumber daya yang mereka miliki. Stevie Wonder tak bisa melihat, jadi ia menggunakan kemampuan mendengarnya dalam dunia musik, dan ia sekarang memiliki 25 piala Grammy sebagai bukti.

5. Ciptakan Akhir yang Bahagia Setiap Waktu 

Kekuatan dari akhir merupakan sesuatu yang mengagumkan. Akhir dari sebuah pengalaman yang dialami seseorang dapat mengubah persepsi keseluruhan orang tersebut. Bayangkan anda sedang membaca sebuah novel yang memprovokasi pikiran anda. Sekarang bayangkan bagian akhir dari novel tersebut ternyata sangat buruk. Meskipun cerita nya sangat menegangkan hingga saat-saat menjelang akhir, apakah anda akan tetap merekomendasikan novel tersebut pada orang lain? Orang selalu mengingat bagian akhirnya. Jika bagian akhir tersebut berakhir bahagia, maka pengalaman tersebut juga menciptakan perasaan bahagia. Selesaikan apa yang sedang anda kerjakan, selesaikan dalam keadaan baik, dan ciptakan akhir yang bahagia dalam kehidupan anda jika memungkinkan.

6. Gunakan Kekuatan Pribadi Untuk Menyelesaikan Sesuatu  

Setiap orang memiliki kekuatan pribadi yang unik. Kita memiliki bakat dan keahlian yang berbeda. Kebahagiaan emosi akan datang secara alami pada mereka yang menggunakan kekuatan pribadinya untuk menyelesaikan sesuatu. Ketika anda berhasil mencapai sesuatu karena keahlian anda sendiri, maka penghargaan psikologis yang anda peroleh sangatlah bernilai.

7. Nikmati Setiap Kebahagiaan yang Anda Raih  

Hal-hal terbaik yang bisa anda nikmati di dunia ini sifatnya gratis. Hal-hal tersebut muncul dalam bentuk yang sederhana dan muncul di hadapan anda pada waktu dan tempat yang tidak bisa anda duga. Kebahagiaan semacam ini diatur oleh alam dalam situasi tertentu dan ditangkap oleh panca indera kita. Momen semacam ini mungkin saja muncul saat anda sedang melihat pantulan sinar matahari terbenam dari sebuah kolam ketika anda sedang menggenggam tangan orang yang anda sayangi. Menyadari kemunculan momen-momen semacam ini akan menimbulkan kebahagiaan tak terduga dalam kehidupan anda.

Jumat, 15 Juli 2011

Puisi berjudul "INGIN KU"


Ingin ku

Ingin ku berteriak sekeras teriakan petir
Ingin ku lari mengejar malaikat
Khayalan ku di ujung tangkai padi
Bergerak tanpa pendirian
Pandangan tanpa tujuan
Lambaian meninggi

Kemudian ku merunduk
Kembali mengubah Kehendak
Tak pernah ku kenal kata gagal
Masih panjang benang ku rajut
Syal penghangat nan indah
Bukti kesetiaan cinta

Puisi berjudul "SEPI"


Sepi

Malam yang sunyi
Hampa dan tak bersuara
Terasa sepi tanpa diri mu
Di sisi ku

Angin yang berhembus
Terasa sejuk dan nyaman
Tapi semua ini tak berarti
Tanpa diri mu di samping ku

Mengapa kau pergi
Menjauh dari diri ku
Ada apa dengan diri ku
Hingga kau pergi menjauh dari ku

Mungkin kah kau
Sudah tak saying diri ku lagi
Mungkin kah kau
Benci pada diri ku

Sabtu, 02 Juli 2011

127 HOURS


Saya sangat penasaran dengan film 127 HOURS, saya bertanya-tanya tentang film ini, apakah ini film komedi, film action, ataukah film horror. Akhirnya  saya menonton film ini yaitu tentang cerita seorang pemanjat tebing yang tragis. Dan ini membuat saya jadi terinspirasi tentang film ini yaitu dimana semangat hidupnya yang sangat tinggi sehingga berani untuk memotong tangannya sendiri.

Film 127 HOURS bercerita tentang seorang pecinta alam, tepatnya seorang pecinta tebing yang pergi menikmati keindahan tebing seorang diri di daerah Grand Canyon USA. Dimulai dari perjalanan dengan menggunakan mobil yang kemudian dilanjutkan dengan menggunakan sebuah sepeda gunung karena medan yang tidak memungkinkan lagi untuk menggunakan mobil. Dengan berbekal kamera, handycam ditelusuri jalan kering seperti gurun tanpa tumbuhan hijau sama sekali. Pada akhirnya sampailah pada sebuah celah tebing yang sempit, dia mencoba untuk memasuki celah sempit tersebut dengan kelincahan tangan dan kakinya. Sesekali dia meraba, merasakan dan menikmati tekstur dinding-dinding tebing yang indah.

Disinilah tragedi itu dimulai, dia masuk lagi ke dalam celah tebing yang lebih dalam, namun tanpa disangka batu kira-kira dengan diameter 1 m yang digunakan sebagai pijakan kakinya terjatuh. Jatuhlah dia ke dasar celah tebing
yang tidak seberapa dalam namun yang jadi masalah adalah tangan kanannya tersangkut batu besar berdiameter 1 m tadi. Berbagai cara dilakukan agar tangan kananya terlepas dari batu tersebut, dari mulai mengangkatnya sekuat tenaga, mengikirnya dengan menggunakan pisau kecil, namun semua itu sia-sia, batu itu tidak bergerak sedikitpun.

Dari sinilah saya baru tahu arti 127 HOURS yaitu sekitar 5 hari lebih 7 jam, itu adalah waktu lamanya pecinta alam tersebut terjebak tanpa daya upaya karena tangan kananya tersangkut disebuah batu besar. Selama 5 hari dan hanya satu botol air mineral saja yang tersisa, sampai-sampai dia menyayat tangannya sendiri untuk diminum darahnya, dan yang lebih tidak masuk akal lagi adalah air maninya pun diminum oleh nya dikarenakan air mineral yang tersisa sudah habis. Selama 127 jam, didalam kepasrahan dan keputusasaan untuk bertahan hidup, teringat kembali semua kenangan-kenangan indah selama hidupnya.

Akhirnya ditengah keputusasaan ada secercah semangat yang membangkitkan harapan bertahan hidup pada dirinya, dia memotong tangannya sendiri untuk bisa terlepas dari batu dan dapat keluar dari dalam celah tebing hidup-hidup, daging, syaraf demi syaraf dia potong satu demi satu hanya dengan menggunakan sebuah pisau kecil berukuran 1 cm.

Jika dilihat dari sampul dan di ending ceritanya ternyata film ini diambil dari sebuah kisah nyata. Dari sinilah saya dapat mengambil pelajaran bahwa sekuat-kuatnya, sehebat-hebatnya, sepintar-pintarnya seseorang pasti tetap saja membutuhkan orang lain. Dan semangat hidup itu harus diyakini kuat karna hidup itu berharga sekali.

 

Kamis, 30 Juni 2011

Wanita dan Pria

Berapa banyak sih diantara kita yang melakukan hubungan seksual sebelum menikah dengan alasan cinta? Berapa banyak yang memintanya untuk alasan cinta? Berapa banyak juga yang memberikannya untuk cinta? ngaku aja deh! hehe.

Buat mereka yang meminta seks dengan alasan cinta, lebih baik jujur saja pada diri sendiri kalau sebetulnya itu semua bukanlah cinta tetapi nafsu!! bohong saja kalau tidak mau mengaku juga!! nenek nenek gondrong juga tahu kok!! mana ada orang cinta minta sesuatu yang begitu suci dan berharganya? justru seharusnya merasa bersalah bila sampai tidak bisa menunggu sebelum waktunya. Lah, yang puas itu siapa kalau sampai berhasil mendapatkannya? yang meminta, kan? egois banget nggak sih? sementara cinta itu untuk diberikan bukan untuk diterima!! kepuasan yang diterima dari permintaan itu namanya buah dari nafsu!! jujur saja!!?

Bagi mereka yang memberi keperawanan dan kesucian dengan alasan cinta, ini juga bisa karena cinta / karena dua duanya, cinta dan nafsu. Ketulusan di dalam memberi itu semua sebagai sebuah pertanda bahwa seluruh yang ada dan dimiliki diberikan kepada sang kekasih merupakan cinta. Namun, di dalam proses memberikan semuanya itu, harus dilihat terlebih dahulu. Jika awalnya dari ciuman bibir yang kemudian menjadi sangat menggelora sehingga timbul keinginan untuk melakukan yang lebih lagi, yah, itu sih, nafsu juga. habis ciuman, berpelukan, dan diraba gitu, lho! bohong deh kalau bukan nafsu!!

Bagaimana menggambarkan cinta yang sesungguhnya? cinta yang sesungguhnya akan mengarahkan perasaan untuk mendorong inspirasi, pemikiran, jiwa, dan arah serta tujuan hidup ke sesuatu yang sifatnya spiritual. Apresiasi terhadap cinta itu sendiri justru membuahkan keindahan dan menghasilkan apa yang disebut sebagai kesucian.
Cinta itu juga sifatnya abadi kok!! tidak bisa hilang begitu saja. dilupakan sih bisa bisa saja, tapi akan selalu ada di dalam hati kita.

Pengenalan EQ tinggi

Ciri-ciri anak yang mempunyai EQ tinggi
1. Responsibility: Mempunyai rasa tanggung jawab
2. Self Motivation: Mampu menggali motivasi untuk maju
3. Self Regulation: Mampu mengontrol keseimbangan diri (emosi)
4. People Skill: Kemampuan bekerjasama dengan orang lain

Secara garis besar ada dua hal utama dalam kecerdasan emosi, yaitu mengenali dan mengelola emosi. Cara sederhana dalam mengajarkan kecerdasan emosi adalah dengan menunjukkan berbagai gambar, atau mengomentari situasi baik di majalah, TV, maupun media lainnya. Misalnya ketika melihat TV di mana ada tokoh yang sedang sedih karena dinakali oleh tokoh lainnya (hal ini sering muncul di film kartun), maka kita berkomentar "Aduh, kasihan sekali si x, pasti dia sangat sedih karena tindakan nakal temannya itu". Hal yang sama dapat dilakukan pula saat membaca dongeng.

Orang tua perlu berkali-kali menyebutkan situasi emosi para tokoh dalam cerita tersebut. Selain memperkenalkan berbagai jenis emosi, pada saat yang sama anak juga belajar hal-hal yang menyebabkan munculnya emosi tersebut, misalnya perasaan sedih salah satu tokoh cerita karena ditipu atau dihina tokoh yang lain. Orang tua juga dapat pula memberikan penilaian moril atas situasi tersebut, misalnya menghina adalah suatu perbuatan buruk dan jahat, sehingga anak menjadi tahu nilai moril dari suatu perilaku. Dalam hal ini secara langsung kita juga telah mengembangkan kecerdasan spiritual anak (kecerdasan dalam mengenali dan mengelola nilai-nilai).

Apabila anak sedari dini usia telah sering dilatih untuk peka dalam mengenali emosi, maka semakin dewasa akan semakin mudah mengenali emosi, dan akhirnya dapat menyesuaikan sikapnya dengan situasi emosi yang ada.