Laman

Sabtu, 02 Juli 2011

127 HOURS


Saya sangat penasaran dengan film 127 HOURS, saya bertanya-tanya tentang film ini, apakah ini film komedi, film action, ataukah film horror. Akhirnya  saya menonton film ini yaitu tentang cerita seorang pemanjat tebing yang tragis. Dan ini membuat saya jadi terinspirasi tentang film ini yaitu dimana semangat hidupnya yang sangat tinggi sehingga berani untuk memotong tangannya sendiri.

Film 127 HOURS bercerita tentang seorang pecinta alam, tepatnya seorang pecinta tebing yang pergi menikmati keindahan tebing seorang diri di daerah Grand Canyon USA. Dimulai dari perjalanan dengan menggunakan mobil yang kemudian dilanjutkan dengan menggunakan sebuah sepeda gunung karena medan yang tidak memungkinkan lagi untuk menggunakan mobil. Dengan berbekal kamera, handycam ditelusuri jalan kering seperti gurun tanpa tumbuhan hijau sama sekali. Pada akhirnya sampailah pada sebuah celah tebing yang sempit, dia mencoba untuk memasuki celah sempit tersebut dengan kelincahan tangan dan kakinya. Sesekali dia meraba, merasakan dan menikmati tekstur dinding-dinding tebing yang indah.

Disinilah tragedi itu dimulai, dia masuk lagi ke dalam celah tebing yang lebih dalam, namun tanpa disangka batu kira-kira dengan diameter 1 m yang digunakan sebagai pijakan kakinya terjatuh. Jatuhlah dia ke dasar celah tebing
yang tidak seberapa dalam namun yang jadi masalah adalah tangan kanannya tersangkut batu besar berdiameter 1 m tadi. Berbagai cara dilakukan agar tangan kananya terlepas dari batu tersebut, dari mulai mengangkatnya sekuat tenaga, mengikirnya dengan menggunakan pisau kecil, namun semua itu sia-sia, batu itu tidak bergerak sedikitpun.

Dari sinilah saya baru tahu arti 127 HOURS yaitu sekitar 5 hari lebih 7 jam, itu adalah waktu lamanya pecinta alam tersebut terjebak tanpa daya upaya karena tangan kananya tersangkut disebuah batu besar. Selama 5 hari dan hanya satu botol air mineral saja yang tersisa, sampai-sampai dia menyayat tangannya sendiri untuk diminum darahnya, dan yang lebih tidak masuk akal lagi adalah air maninya pun diminum oleh nya dikarenakan air mineral yang tersisa sudah habis. Selama 127 jam, didalam kepasrahan dan keputusasaan untuk bertahan hidup, teringat kembali semua kenangan-kenangan indah selama hidupnya.

Akhirnya ditengah keputusasaan ada secercah semangat yang membangkitkan harapan bertahan hidup pada dirinya, dia memotong tangannya sendiri untuk bisa terlepas dari batu dan dapat keluar dari dalam celah tebing hidup-hidup, daging, syaraf demi syaraf dia potong satu demi satu hanya dengan menggunakan sebuah pisau kecil berukuran 1 cm.

Jika dilihat dari sampul dan di ending ceritanya ternyata film ini diambil dari sebuah kisah nyata. Dari sinilah saya dapat mengambil pelajaran bahwa sekuat-kuatnya, sehebat-hebatnya, sepintar-pintarnya seseorang pasti tetap saja membutuhkan orang lain. Dan semangat hidup itu harus diyakini kuat karna hidup itu berharga sekali.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar