Ciri-ciri anak yang mempunyai EQ tinggi
1. Responsibility: Mempunyai rasa tanggung jawab
2. Self Motivation: Mampu menggali motivasi untuk maju
3. Self Regulation: Mampu mengontrol keseimbangan diri (emosi)
4. People Skill: Kemampuan bekerjasama dengan orang lain
1. Responsibility: Mempunyai rasa tanggung jawab
2. Self Motivation: Mampu menggali motivasi untuk maju
3. Self Regulation: Mampu mengontrol keseimbangan diri (emosi)
4. People Skill: Kemampuan bekerjasama dengan orang lain
Secara garis besar ada dua hal utama dalam kecerdasan emosi, yaitu mengenali dan mengelola emosi. Cara sederhana dalam mengajarkan kecerdasan emosi adalah dengan menunjukkan berbagai gambar, atau mengomentari situasi baik di majalah, TV, maupun media lainnya. Misalnya ketika melihat TV di mana ada tokoh yang sedang sedih karena dinakali oleh tokoh lainnya (hal ini sering muncul di film kartun), maka kita berkomentar "Aduh, kasihan sekali si x, pasti dia sangat sedih karena tindakan nakal temannya itu". Hal yang sama dapat dilakukan pula saat membaca dongeng.
Orang tua perlu berkali-kali menyebutkan situasi emosi para tokoh dalam cerita tersebut. Selain memperkenalkan berbagai jenis emosi, pada saat yang sama anak juga belajar hal-hal yang menyebabkan munculnya emosi tersebut, misalnya perasaan sedih salah satu tokoh cerita karena ditipu atau dihina tokoh yang lain. Orang tua juga dapat pula memberikan penilaian moril atas situasi tersebut, misalnya menghina adalah suatu perbuatan buruk dan jahat, sehingga anak menjadi tahu nilai moril dari suatu perilaku. Dalam hal ini secara langsung kita juga telah mengembangkan kecerdasan spiritual anak (kecerdasan dalam mengenali dan mengelola nilai-nilai).
Apabila anak sedari dini usia telah sering dilatih untuk peka dalam mengenali emosi, maka semakin dewasa akan semakin mudah mengenali emosi, dan akhirnya dapat menyesuaikan sikapnya dengan situasi emosi yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar